Mengukir Prestasi dari Olahraga Beladiri

Mengukir Prestasi dari Olahraga Beladiri yang saat ini masih kurang diminati dari golongan sekolah tingan dasar - sdit.nuruljannah.or.id
Mengukir Prestasi dari Olahraga Beladiri

SDIT.NURULJANNAH.OR.ID - Mengukir Prestasi dari Olahraga Beladiri yang saat ini masih kurang diminati dari golongan sekolah tingan dasar, hal ini kemungkinan masih membuat was-was orang tua siswa untuk menurunkan atau mengizinkan anak-anaknya belajar beladiri.

Selain itu menurut orang tua beladri di usia dini kurang begitu berfaedah atau kurang bermanfaat, masih ada beberapa kegiatan yang bisa membuat anak-anak tumbuh dan berkembang dengan sehat jiwa dan raga, seperti kegiatan senam setiap hari, bermain bola, bulu tangkis dan kegiatan olaraga ringan lainnya.

Seperti halnya Karate adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri ini sedikit dipengaruhi oleh Seni Bela diri Cina Kempo. Karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa dan mulai berkembang di Ryukyu Islands.

Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tinju China”. Ketika karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, Melalui olahraga Karate, bisa menjadi salah satu alat pemersatu bangsa melalui ajang Kejuaraan Daerah ( Kejurda ) ataupun juga Kejuaraan Nasional ( Kejurnas ) Sekaligus sebagai ajang untuk mengharumkan nama bangsa, melalui pertandingan skala internasional dan inilah yang dinamakan Prestasi.

Baca juga: Menuju Pendidikan Karakter

Mengukir Prestasi dari Olahraga Beladiri

Dikutip dari Radio Edukasi Kemdikbud, Dari cabang olahraga Karate Itulah Pelangi Khumairoh Saqina, biasa disapa Qinai, pelajar kelas 2 SD Intis School Yogyakarta, berhasil meraih prestasi dalam ajang Kejurda ( Kejuaraan Daerah } DIY 2019, di Gunung Kidul Yogyakarta.

Pada ajang kompetisi tersebut Qinai meraih juara ke-3 Kelas KATA Karate. Hal itu diungkapkan saat mengisi program bincang-bincang live “Prestasi Anak Negeri” di Radio Edukasi Kemdikbud, pada Senin 2 September 2019, pukul 15.00 WIB.

Pada kesempatan itu Qinai menceritakan tentang awal ketertarikannya pada olahraga beladiri khususnya Karate.

“Mulai suka karate sejak kelas “L- One “ atau kelas 1,” ujarnya.

Selanjutnya Qinai juga menyampaikan sisi menariknya cabang beladiri Karate sehingga ia bisa meraih juara.

“Yang saya sukai dari Karate adalah gerakannya, yaitu Oisuki, Tatesuki, Morotisuki dan banyak lagi,” ujarnya

Qinai menyatakan rasa senang dan bangganya atas prestasi itu, apalagi dapat membanggakan orangtua dan sekolah.

“Perasaan saya ketika meraih juara , alhamdulillah, senang banget, nggak nyangka bisa juara. Karena yang ikut lomba banyak,” katanya

Qinai menambahkan, tentang siapa yang mengajari karate yaitu guru atau pelatih dari sekolah.

“Sin Pe Aswan, Sin Pe Bayu semua itu pengajar di Sekolah, dan latihannya di PPG juga latihan di Sekolah, untuk latihannya setiap hari Sabtu dan Kamis, kalau hari Sabtu latihannya setelah Ashar, kalau hari Kamis latihannya setelah shalat Dzuhur, masing-masing satu jam, “ujarnya

Qinai juga mengatakan bahwa saat ini sudah memegang sabuk hijau.

“Sabuk Hijau, urutannya adalah dari yang paling rendah yaitu sabuk Putih, Kuning, Hijau, Biru, dan Coklat, “ katanya.

Selanjutnya Qinai juga menambahlan bahwa sebelum lomba perasaannya deg-degan.

“Deg-degan, takut kalau nanti kalah, nah, untuk mengatasinya dengan berdoa dan hafalin gerakan , serta pemanasan, “katanya

Ketika disinggung tentang bentuk dukungan sekolah, orangtua dan teman-temannya, Qinai mengatakan bahwa bentuk dukungan dari sekolah memberikan semangat

“Kasih semangat, teman-teman dan pelatih kasih semangat, sedangkan dari ummi dan abbi, doa dan kasih semangat,“ katanya

Selanjutnya Qinai berpesan kepada teman-teman untuk bisa meraih prestasi dengan rajin belajar dan banyak latihan.

”Pesan untuk teman-teman agar bisa meraih prestasi agar rajin belajar , semangat , banyak latihan dan berdoa,” tutupnya

Oleh karena itu, kita sebagai orang tua seharusnya memiliki semangat yang sama untuk membina anak, seperti halnya apa yang telah dipelajari di sekolah bisa menjadi pembiasaan-pembiasaan dirumah juga.

Orang tua dirumah harus bisa mewakili sekaligus menjadi guru bagi anak-anaknya ketika berada dirumah, begitu sebaliknya sebagai guru juga harus siap menjadi wakil orang tua ketika anak-anak sedang berada dalam lingkungan sekolah.

Kewajiban-kewajiban inilah yang nantinya mampu mendorong orang tua dan guru untuk bisa memahami karakter anak dan kemampuan anak, sehingga pada akhirnya anak-anak bisa menerima pendidikan atau mata pelajaran yang benar-benar ia butuhkan.

SD IT Nurul Jannah, adalah sekolah dasar berbasis islam yang merangkum antara pendidikan formal atau umum dengan pendidikan agama secara menyeluruh, sehingga harapan kami nanti, mampu menciptakan gen…

Post a Comment