Notifikasi
Tidak ada notifikasi baru.

Tahapan Utama dalam Proses Mentoring

Dalam Tahapan Proses Mentoring Seorang Mentor atau Pembina harus lebih menguatkan niat bahwa yang dia pilih sebuah tugas dakwah.
Tahapan Utama dalam Proses Mentoring

NURULJANNAH.OR.ID - Tahapan utama dalam proses mentoring adalah mempersiapkan diri memasuki dunia belajar mengajar dengan berbagai karakteristik siswa didik.

Pendidikan Dasar Islam Terpadu seharunya tetap mempertahankan Kurikulum Mentoring Untuk bisa memberikan kelebihan daripada sekolah islam lainnya atau negeri.

Dengan tantangan dakwah yang bisa mengasah seorang Pembina/mentor untuk menjadi seorang guru (murobbi), psikolog, sekaligus sebagai seorang pemimpin (qiyadah). Sehingga menuntut kekuatan belajar dan meningkatkan tsaqofahnya.

Tahapan Utama dalam Proses Mentoring

Secara global tujuan tarbiyah adalah “menciptakan keadaaan yang kondusif bagi manusia untuk hidup didunia secara lurus dan baik, serta hidup diakhirat dengan naungan ridho dan pahala Allah Subhaanahu wa ta'ala”

Pemahaman yang benar dan menyeluruh ini sangat diperlukan sebagai pondasi atau dasar pemikirnan seseorang. Tidak saja dalam bidang amal ibadah tetapi juga dalam hal aqidah

Kemudian untuk memasuki dunia tarbiyah ini harus ada keterikatan secara emosi dengan siswa didik (mutarobbi) yang bisa mempengaruhi fitrah hatinya.

Dengan berbagai transfer psikologis yang merubah persepsi, keyakinan dan komitmen sehingga bisa menanamkan pola pikir (Fikrah) mereka terhadap sebuah permasalahan hidup dan nilai-nilai kemanusiaan yang ada pada diri binaannya.

Warning Satu hal yang membedakan dengan kegiatan pendidikan lainnya, kegiatan mentoring ini akan berpengaruh manakala Pembina (murobbi) memiliki ri’ayah ma’nawiyah yang bisa berpengaruh untuk merubah kepribadian, pola fikir dan masuknya pemahaman ketika disampaikan pada binaannya.

Sangat berbeda dengan materi umum hanya bermodalkan teks seorang guru sejarah bisa menjelaskan peristiwa revolusi perancis tanpa perlu guru tersebut pergi ke Perancis, tetapi seorang mentor harus menyampaikan materi yang sebelumnya sudah dipraktikan sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Akan terasa hambar membahas tentang Fiqh pernikahan ternyata mentor (murobbi/murobbiyah) itu sendiri ternyata belum menikah dan akan berpengaruh terhadap persepsi para binaan terhadap dalamnya makna materi yang disampaikan.
Akan terasa kaku bila seorang mentor menganjurkan berorganisasi kalau hanya sekedar anjuran tanpa Pembina itu sendiri aktif dalam kegiatan organisasi. ataupun akan terasa lain manakala seorang mentor menganjurkan komitmen terhadap waktu saat dia sendiri sering terlambat.

Bisa dikatakan dalam tahap awal menjadi seorang mentor atau pembina harus lebih menguatkan niat bahwa yang dia pilih sebuah tugas dakwah yang sangat mulia sehingga butuh pengorbanan besar dan terlepas dari motif mencari materi, prestise ataupun karier dalam organisasi diperkokoh dengan kekuatan ruhiyah dan kecerdasan inteletual dalam mematangkan materi.

Tahapan Utama dalam Proses Mentoring Bukan suatu yang dengan mudah dicapai dan membutuhkan proses yang cukup lama dan tidak juga bisa ditunda menunggu siap.

Oleh karena menjadi mentor adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa ditunda yang disesuaikan dengan kemampuan dan proses pentarbiyahan.

Dalam wujud Saling menolong dalam berbuat baik dan takwa (Ta’awanu ‘alal birri wa taqwa), amar ma’ruf nahi munkar dan kewajiban untuk menjaga diri sendiri dan keluarga kita dari dahsyatnya api neraka (Quu anfusakum wa ahlikum narro) ataupun sabda rasul “Baligho anni walauayat” sampaikan sesuatu walaupun satu ayat.

Dalam tulisan ini juga saya memberikan pesan kepada semua, sekolah islam terpadu harus memiliki ruh yang sebenar-benarnya, dimulai dari murabbi/guru hingga ke siswa didik (mutarobbi).

Masuklah kedunia pendidikan islam secara menyeluruh, pelajari dan pehami program serta pembiasaanya sehari-hari di sekolah, kemudian niatkan ke dalam qolbu kita masing-masing bahwa dunia pendidikan ini adalah amanah dari Allah subhaanahu wa ta'ala sebagai media dakwah.

Kenali Islam Dengan Benar

Guru dan siswa harus benar-benar memahami secara menyeluruh apa itu islam (syamil mutakamil).

Pemahaman yang benar dan menyeluruh ini sangat diperlukan sebagai pondasi atau dasar pemikirnan seseorang.

Tidak saja dalam bidang amal ibadah tetapi juga dalam hal aqidah diantara hal-hal yang harus dipahami adalah :

  1. Islam sebagai agama yang syamil (sempurna) meliputi segala sisi kehidupan.
  2. Al-Qur’an dan as-sunnah sebagai satu-satunya sumber hukum.
  3. Beribadah dengan bersungguh-sungguh.
  4. Menjauhkan diri dari perbuatan syirik seperti : jimat, mantera dan perdukunan.
  5. Menerima pesan-pesan rasulullah para sahabat, tabi’in, tabiit tabi’ina dan para ulama salaf maupun khalaf dan tidak mencaci mereka.
  6. Menjauhi setiap prilaku bid’ah namun tidak sedikit-dikit bilang Bid'ah.
  7. Berjiarah dengan cara yang disyariatkan oleh rasulullah SAW
  8. Tidak mengkafir-kafirkan Muslim lainnya yang telah bersyahadat juga menunaikan kewajibannya.
  9. Jauhi perdebatan sesama muslim dan Saling mendoakan kebaikan.

Belajar Disiplin

Siswa dan Guru diharapkan dapat memiliki kedisiplinan yang sempurna (al-Iltizamul al-kamil) dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Paham : meyakini dan memahami Islam sebagai fiqrah yang bersih.
  • Ikhlas : keikhlasan yang tercermin dari ucapan dan perbuatan yang semata-mata mencari ridho Allah.
  • Amal : Amalan yang dilakukan hendaknya bukan atas kejahilan tetapi atas dasar ilmu yang telah dipelajarinya.
  • Jihad : Tahapan jihad yang harus dilakukan yang pertama dengan hati dengan lisan, tulisan dan kekuasaan.
  • Pengorbanan : Untuk mencapai tujuan perlu adanya pengorbanan baik dengan harta, jiwa, waktu, kehidupan dan segala yang dimilikinya.
  • Taat : Melaksanakan perintah dalam segala kondisi.
  • Tsabat : Bersungguh-sungguh pada jalan yang mengantarkan pada tujuan.
  • Tajarud : Membersihkan pola pikir dari berbagai prinsip dan pengaruh individu.
  • Ukhuwah : Hati dan ruh yang terikat dengan akidah adalah wujud persaudaraan yang hakiki.
  • Tsiqoh : Kepercayaan yang memberikan rasa puas dari yang dipimpin terhadap yang memimpin dalam hal kepemimpinan dan keihlasan selanjutnya melahirkan rasa cinta, penghargaan dan penghormatan.

Kesimpulannya:

Aktifitas kegiatan mentoring yang berhasil membutuhkan sebuah metode dan didunia ini tidak metode yang sempurna, tetapi dibutuhkan adanya penyempurnaan.

Metode secara sederhana bisa diartikan sebagai strategi untuk mewujudkan suatu tujuan yang sudah ditargetkan sebelumnya.

Strategi itu sendiri bisa merupkaan sebuah langkah sistematis yang teruji dilapangan bisa merubah atau mencapai suatu aktifitas inteltual, ruhiyah maupun jiwa manusia.

Mentoring
Pendidikan Anak Indonesia
Pendidikan Anak Indonesia
Bismillahirrahmanirrahim, Setiap detik adalah perubahan, maka jadikan waktu itu untuk kita selalu berbuat kebaikan. "Allahumma innii as-aluka 'ilman naafi'a, wa rizqon thoyyibaa, wa 'amalan mutaqobbalaa." “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik) Aamiin.”
Join the conversation
Post a Comment